AKHLAQ, Penyeimbang radikalisme Aqidah dan Syariah

Terima kasih pak Ibrahim atas responsenya. Memang sangat menarik jika kita berbicara mengenai permasalahan ini. Kita sama -sama melihat dan merujuk kepada sumber yang sama namun ternyata bisa berbeda tafsiran karena berbeda cara pandang. itulah sebab, banyak sekali aliran / mazhab fiqih yang kita temukan dalam umat ini. Apakah semuanya benar atau semuanya salah? ataukah mungkin hanya satu sebenarnya yang valid dan lainnya salah, hanya Allah swt yang Maha Mengetahui ^^

Saya hanya melihat ada banyak cara pula yang bisa kita lakukan dalam usaha membangun kembali Khilafah ini, dan berkeyakinan betapa pentingnya “tidak menimba di air keruh” dan mengacau tatanan yang sudah mapan. Alat adalah yang bertanggung jawab untuk itu. Salah dalam menggunakan alat bisa berdampak dan beresiko pada tidak tercapainya tujuan bahkan lebih buruknya lagi berdampak negatif pada “siapa”, “apa”, yang menggunakan dan dibawa oleh alat itu.

Segala sesuatunya memiliki resiko, walau kita sudah berjuang dengan cara yang bijak dan terhormat sekalipun resiko difitnah, dicaci dan dimusuhi sudah jelas pasti akan didapat. Jadi, tujuan pentinganya kita memilah dan memilih efektifitas “Alat” ini bukan untuk bermain aman, namun jauh lebih mulia dari itu, yakni memudahkannya untuk terealisir dan tercipta.

Kemudian, perlu diketahui kami ini juga setuju sekali dengan pendapat bahwa negara memang “Alat” bagi tegaknya syariat Islam. “Negara/Khilafah” secara bersamaan adalah alat dan tujuan. mengapa tujuan? karena memang itulah yang saat ini kita bersama ingin mewujudkannya, dan alat? Ya Jelas, dengan tegaknya Khilafah, Syariat itu akan sangat mudah diterapkan.

Tentang kaitan Akhlaq sebagai penyeimbang radikalisme Syariah dan Aqidah itu, perlu diketahui apa yang anda katakan itu adalah umumnya penafsiran yang beredar, mari kita berusaha lebih jauh dalam memahami dengan melihat kasus-kasus yang bisa kita temukan dalam ajaran dan sejarah kita.

Soal Akhlak terhadap Syariat, contohnya apa pendapat anda tentang kewajiban naik haji bagi seorang yang telah mampu dan memenuhi syarat? Ya ! dia harus menunaikannya? tapi bagaimana jika ternyata dia cenderung ingin menghajikan orang tuanya yang belum sempat naik haji??, dalam syariat jelas sekali siapa pihak yang seharusnya menunaikan ibadah haji, yakni si anak tersebut, namun dengan pendekatan Akhlaq seorang anak yang berbakti kepada Orang tuanya, sangat dapat dibenarkan bagi sang Anak yang ingin berbakti itu untuk mengutamakan orang tuanya dan menghajikan beliau berdua.

Soal Akhlaq terhadap Aqidah, kita semua pasti sudah tahu konsep Al-Wala wa Al-Bara’, yaitu
tata aturan dalam Aqidah terkait hubungan dengan non-muslim, adalah sebuah fakta sejarah, dimana kita ketahui Rasullullah SAW telah lebih mengutamakan dan mendahulukan tetangganya yang Yahudi saat menggadaikan baju perangnya, mengapa? apakah saat itu tiada satu pun Sahabat yang mau dan menerimanya? jawabnya tentu saja banyak !

Ya saudaraku, saya hanya ingin mengatakan agama Islam ini begitu sempurna dan menyempurnakan, jangan mengerdilkannya dengan pandangan-pandangan yang umumnya beredar padahal hikmahnya masih kurang terlihat dan terasa.

Tujuan
rekan sekalian dan kami sama, hanya berbeda jalan, mari saling bergandengan mencapainya bersama, bukankah itu lebih baik dan berguna ??, Jelas !! ^^

Kalibata, 5 September 2007

Judul artikel ini : AKHLAQ, Penyeimbang radikalisme Aqidah dan Syariah

One comment on “AKHLAQ, Penyeimbang radikalisme Aqidah dan Syariah
  1. How are you. The human mind treats a new idea the same way the body treats a strange protein; it rejects it. Help me! Need information about: Tax attorneys inc. I found only this – tax abatement attorney. The assets hear three concerns, which the court does promptly: i. claim must be in the bankruptcy of subject, several tax, does presumption, or building recreationculture.The group of the sports formed government with the counts who had the color to see the family. Thanks :o . Marti from Africa.

Leave a Reply

No Trackbacks.