Banyak kita tumbuh dan berkembang dalam ideliasme yang penuh nilai keluhuran dan budi pekerti, bercita-cita dapat memberikan warna terang dalam kehidupan, tidak hanya untuk diri sendiri namun juga untuk dunia…
Namun, lihatlah diri kita saat ini, dimanakah idealisme berada? Seringkali ia hanya dapat kita temukan didalam kotak marginalisasi kesibukan materialisme duniawi yang mengejar2 kita tanpa henti… lantas, pertanyaannya adalah, ini kah dia sejatinya tujuan hidup kita di dunia?
Jenuh, lelah dan tanpa daya… kita pun samar-samar menggangguk-anggukan kepala, yang secara samar-samar menunjukkan jawaban kita atas pertanyaan tersebut…
DUNIA BELUM BERAKHIR… masih ada jalan kawan… jalan itu adalah jalan para manusia pejuang untuk memerdekakan dirinya dari penjajahan hiruk pikuk dunia atas diri, waktu, dan tentu kebebasannya …
WAR on MONEY… ini seharusnya jalan yang kita tempuh… Perang terhadap “perbudakan uang” atas diri kita, perbudakan yang telah kita terima secara ikhlas dan tanpa perlawanan sama sekali… perbudakan yang menjadikan kita hamba-hamba materi yang hanya melihat segala sesuatu dari sisi materi… perbudakan yang membuat banyak saudara menjatuhkan saudaranya, melukai dan bahkan membunuh sesamanya…
WAR ON MONEY… Kita harus merdeka dari nistanya penjajahan ini… karena itulah jalan besar yang bisa menghantarkan kita kembali menjadi manusia seutuhnya… manusia yang penuh nurani, empati dan kasih sayang dengan sesama dan bahkan dunia… manusia yang bisa mengemban amanat sebagai hamba-hamba tuhan yang menjadi rahmat dan khailifah di bumi yang gemah ripah loh jinawi ini…
Inilah jalan kami… akankah rekan bergabung didalamnya?
You answer it
Salam,
Kontes SEO yang andriyarusman.com tengah ikuti:
- used stationary bikes : used stationary bikes
- indonesia furniture handicraft wholesale marketplace : indonesia furniture handicraft wholesale marketplace
- blogger Indonesia dukung internet aman, sehat & manfaat : blogger Indonesia dukung internet aman, sehat & manfaat
- travel jakarta bandung : travel jakarta bandung
kalau saya : cintailah uang tapi jangan mau diperbudak uang