Salam buat rekan semuanya ^^
Sedikit ingin sharing nie…
Banyak definisi memang, tapi bagi saya pribadi sesuatu yang disebut dengan Sunnatullah itu merupakan sesuatu yang secara alami pasti terjadi tanpa memandang kepada orang atau subjek yang menjalaninya. ..
Kokritnya bagaimana ?
Seorang Pak Isman di forum ini secara jelas terlihat bagaimana memahami berbagai hukum yang ada dalam kehidupan melalui ayat-ayat Qauliyah dari kebesaran Allah SWT, yakni Al-Quran dan As-Sunnah, bagus…sangat bagus sekali karena itu memang seharusnya yang anda dan kita semua lakukan sebagai umat Islam, suatu umat yang diwahyukan Al-Quran sebagai kitab suci panduan hidupnya…
Hanya saja ingatlah, ayat-ayat kebesaran ALLAH SWT tidak hanya itu terbatas pada ayat-ayat Qauliyah, masih ada ayat-ayat Kauniyah yang dari sana, dengan mengintegrasikan yang pertama, anda dapat lebih mengenal ALLAH SWT secara sempurna…
Saya tidak mengatakan apa yang termaktub dalam Al-Quran tidaklah sempurna, justru sebaliknya sangat sempurna !, namun lihatlah dan perhatikan! mengapa dengan posisinya yang sempurna itu anda dan kita umat muslim masih harus lagi melirik AL-Hadits sebagai panduan?
Apakah karena ketidak sempurnaan-nya? ? tidak ! sekali lagi tidak !, hal itu terjadi lantaran Al-Quran banyak mengandung ajaran yang sangat global dalam artian gambaran besar yang untuk mendefinisikannya anda sangat butuh sumber selanjutnya yakni Al-Hadits dan bisa saja plus tambahan lainnya, mungkin ijma’, qiyas dan seterusnya.. .
Lantas apa itu sudah selesai ?? Tidak ! belum selesai saudara!, masih ada ayat selain ayat-ayat Qauliyah yang bisa menjadi panduan hidup mengenal kebesaran YMK…
Ayat itu adalah ayat-ayat Kauniyah (baca: Alam semesta dan hal-hal melingkupi) yang termaktub pada alam semesta ini didalam keberlangsungannya. .!!
Prihal gravitasi mungkin bisa kita jadikan contoh sederhana !. Kalau memang gravitasi itu sudah termaktub dalam ayat-ayat Qauliyah yang kita miliki (baca : AL-Quran / Hadits), mengapa penemuan dan informasi tentangnya lebih banyak kita dapatkan dari sumber Barat ?, yang salah satunya Pak Isman sendiri lakukan lewat perkataanya “sama persis seperti pembuktian hukum gravitasi oleh Newton?”, pertanyaan selanjutnya jelas : mengapa harus setengah-setengah ?
Jawabannya tentu saja jelas !. Karena kalau pun hukum alam alias Sunnatullah itu tidak disebutkan secara gamblang dalam ayat-ayat Qauliyah (baca : AL-QUran / As Sunnah), maka sadarilah ! disana ada ayat-ayat Kauniyah, yang bisa kita pelajari, dan sangat membantu
keterbatasan kita tentunya, dalam memahami ayat-ayat Qauliyah yang ada!.
Konsep LOA sendiri didasari sesuatu yang sangat alamiah, jelas dari awal penjelasan konsep ini, diangkatlah prihal Fisika Quantum sebagai hal yang melatar belakangi hukum ini. Ketertarikan ! Ya ! Ketertarikan ! secara ilmiah terbukti bahwa pikiran ini adalah materi yang terdiri atas partikel-partikel, dan bahwasannya partikel sejenis akan menarik
yang serupa dengannya “Like attract Like”…suatu kebetulan?! Tentu Tidak ! …tolong tunjukan adakah suatu efek dari hukum yang dibahas dalam analisa Fisika dan disebut dengan suatu kebetulan ?! “It’s No Accident !”
Kalau pun pak Isman dengan konsepsinya menyebutkan terjadinya suatu kesesuaian yang ada dalam pikiran dan perasaan dengan sesuatu yang datang kemudian adalah Law Of Return…Oke it’s fine!, karena esensi anda pun sama dengan LOA itu sendiri…Hanya pendekatan istilah yang kita gunakan memang berbeda!
Dan o ya’, maaf ini bukanlah permainan Marketing kaum Bule..^^ !, Namun inilah hasil riset mereka yang lebih intens daripada kita ini terhadap ayat-ayat Kauniyah YMK…
Terima kasih…!
GO FREEDOM, BE POSITIVE !!



