Jika kita mengedepankan kondisi ideal yang kemudian dikontraskan dengan kondisi real saat ini, maka tidak hanya sepatah dua patah kata sayang yang bakal terluncur dari lisan ini, mungkin ribuan bahkan jutaan kata-kata sayang…sayang…dan sayang akan berserakan…
But enough, Stop !…itulah kenyataannya..! untuk itu mari kita disini untuk tidak terbentur dengan kenyataan yang ada dengan menerima dan tentu saja menstrategikannya agar bisa mendukung tercapainya tujuan bersama…
Dari kitalah perubahan itu akan terjadi dan tentunya semangat untuk berubah itu harus didasari kepercayaan yang kuat bahwa tidak ada yang tidak mungkin terjadi. Jika kita percaya dan benar-benar percaya, maka secara otomatis pikiran ini akan mencari jalan untuk menujunya, dan sebaliknya ketidakpercayaan hanya akan mematikan kreatifitas dan tentunya kemungkinan-kemungkinan yang seharusnya dapat terjadi.
Segala sesuatunya mengandung resiko dan peluang, namun resiko bukan untuk dihindari karena menghindarinya akan cenderung mengabadikannya sebagai penghalang, resiko harus dikenali untuk kemudian distrategikan agar tidak menjadi rintangan yang begitu mengganggu.
Dengan begitu, mari untuk lebih memfokuskan diri kita pada peluang!. Ya peluang itu selalu ada ! sampai didalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan sekalipun. Alhamdulillah saat ini toleransi yang dimiliki setiap hizb / golongan yang bhineka diantara kita masihlah cukup tinggi, dibandingkan parahnya friksi yang terjadi antar berbagai golong di negara luar sana, sebutlah gejolak hawa panas yang terjadi antara fraksi Hamas dan Fatah di Palestina misalnya.
Artinya … ya anda pasti sudah bisa menebak apa artinya..!, ternyata peluang yang kita miliki masihlah sangat besar dan itu seharusnya menumbuhkan kepercayaan yang besar pula dalam diri kita, bahwa persatuan umat dinegeri ini dengan berbagai keragamannya masihlah sangat mungkin untuk diwujudkan.
Tokoh Islam tidak berani jadi capres?
Saya menyebutnya sebagai semangat yang tanggung, dalam artian setengah-tengah, tidak berani menyelesaikan dan sebagainya, padahal suatu kesuksesan adalah keberanian untuk memulai, mengalami proses dan tentu saja menyelesaikannya. Lantas kok bisa- bisanya ini terjadi dikalangan pembesar umat ini?
Jawabannya beragam dari beratnya amanat yang harus dipikul, tidak mampu, masih ada yang lain dan sebagainya…ucapan saya bagi mereka adalah : wahai pembesar agama sadarilah kalau anda sudah sampai mengatakan tidak ! berarti anda baru saja mementahkan usaha yang selama ini anda perjuangkan, bukankah anda punya kapasitas yang lebih yang dengan begitu anda pun diagungkan dan dimuliakan ! atau mungkin itu hanya kebetulan?? sadarilah, sama sekali itu bukan kebetulan…!!
Bahkan seorang Andri Yarusman yang masih belajar apa itu “kepemimpinan”, bila ada yang menawarinya “posisi” tersebut akan dengan mantaf menerimanya !!, mengapa?? karena saya sadar bahwa sebuah perubahan besar itu harus diawali dengan kekuasaan yang ada dalam genggaman, perubahan yang radikal dari atas ke bawah dan sebaliknya akan dengan lebih mudah untuk diwujudkan dengan kepemilikan atas sebuah kekuasaan !…gila kekuasaan dong ? ya kita memang harus gila kekuasaan dalam artian POSITIF, kenapa harus sungkan? bukankah kita ingin membuat perubahan, kemajuan, dan memberikan kebaikan bari orang banyak??
Lagipula bukankah seorang pemimpin adalah seorang “generalis” ?! tidak dibutuhkan seorang spesialis untuk menjadi pemimpin !, para spesialis yang ahli dalam suatu bidanglah yang akan membantu para generalis!, dan anda wahai para pembesar…anda diminta menjabat posisi generalis tersebut..lantas mengapa masih mengatakan tidak ?!
Hidup pun dalam setiap detiknya adalah amanat yang nanti harus dipertanggung jawabkan, maka ringankanlah ia dengan keindahan dalam kita menggunakaannya..!
Saya rasa inilah inferioritas yan terjadi dalam tingkatan yang mengkhawatirkan ! karena sudah sampai menginfeksi para petinggi pergerakan umat ini, sangat diwajari kerasnya demonisasi yang sering menohok mereka, tidak hanya datang dari dalam negeri ini tapi juga banyak dari luar sana, tetaplah dalam semangat yang membara wahai para pemimpin ! karena itulah bukti bahwa anda sangat diperhitungkan !!
Bahkan kalau bisa carilah tiang gantungan dari tangan musuh-musuh anda karena itulah kehormatan bagi seorang musuh besar..! Ya tiang gantungan…yang saya pun akan menujunya ! bagaimana dengan anda wahai para pemimpin ??!



