Luar biasa waktu yang kita miliki ini…, setiap kita memiliki jatah dan hak atas waktu yang sama yaitu 24 jam dalam sehari…
Suatu rumus sukses kita dapatkan dari Aa Gym, yaitu “Waktu sama = Hasil Beda”.
Sederhananya, rumus ini menekankan pada pentingnya suatu penyikapan / respon yang kita berikan terhadap suatu kesempatan yang dimiliki, dalam pembahasan ini adalah waktu.
Judul diatas sedikit menggelitik benak saya, dan saya jamin juga semua yang membacanya..he3x, dan mungkin agar sedikit lebih bebas, mari judul tersebut kita tambahkan dengan beberapa kata hingga menjadi sebuah pertanyaan, “Pilih mana 4 tahun jadi jutawan atau “Sarjana”?”
Wah…ternyata lebih menggelitik lagi ya..?! ^^
“Kok Gitu si?, kenapa harus didikotomikan? bagusnya di padukan aja de?!” dan sebagainya mungkin adalah beragam respon yang kemudian menyembul keluar setelah sedikit merenungi pertanyaan itu…well it’s fine bro, itu menunjukan antusiasme dan saya sangat senang mendapatinya ^^
Baiklah, perkenankan disini saya berbagi perspektif dengan anda…
Dalam tulisan ini saya sedang tidak berbicara prihal kondisi ideal sehingga terlihat sebagai sesuatu yang mengawang-awang di angkasa hingga sulit ditemukan contoh konkrit tentangnya…
Disini saya berbicara tentang tendensi kebanyakan dari kita dalam menyikapi masalah Kuliah dan masa depannya…
Uhhmm..mungkin agar lebih terarah pembicaraan ini akan kita bentuk lewat sebuah pertanyaan, yaitu, “Pentingkah Bangku Kuliah ?!”
Pentinggg…!! Ga penting…!! kedua-duanya pasti akan menyembul keluar sebagai sebuah tanggapan atasnya, dan oleh karena itu segera saja mari kita bahas, dimana sebenarnya sisi penting dan tidak pentingnya…^^
BANGKU KULIAH ITU PENTING !
Uhhmm…sebenarnya ungkapan responsif yang sangat moderat terhadap hal ini kita sudah dapatkan dari perkataan sang Ayah Kaya dalam buku kebebasan finansialnya Mr Robert T Kiyosaki,”Sekolah (bangku kuliah) itu penting, namun jalanan adalah guru yang terbaik!”
Memandang penting bangku kuliah tentu akan berimplikasi pada memandang pentingnya setiap aktifitas yang terjadi didalamnya, melewatinya dengan penuh semangat + pengorbanan, dan jelaslah menyelesaikannya secara sempurna sudah tentu sesuatu yang sangat diimpikan…mendapat Ijazah dan sudah pasti menjadi seorang sarjana.
Dalam tulisan sebelumnya tentang “Entrepreneurship dan Kemerdekaanmu!”, saya sudah sedikit menyinggung akan suatu realita. Ya ! disana saya menyinggung kecenderungan masyarakat perguruan tinggi yang banyak memandang + menyikapi secara rendah IJAZAH yang telah mati-matian mereka peroleh…
Jika anda termasuk dalam golongan ini, golongan yang memandang begitu pentingnya bangku Kuliah plus otomatis hasil akhirnya (baca : ijazah) bahkan mungkin sampai mematok harga mati masa depan anda lewatnya, saran saya adalah “Sikapi dan pergunakanlah ia secara PENTING pula!”…
Hanya menggunakannya untuk mencari lowongan kerja atau pun sekedar menjadi pajangan dilemari kaca, tentu adalah suatu penyikapan yang sangat Ironis ! ya ! sekali lagi Ironis !!
Saya pribadi sewaktu memberi nasihat pada rekan-rekan yang akan memasuki masa kuliah, saya pertanyakan kepada mereka apa tujuan dari kuliah yang mungkin segera akan mereka jalani. saya katakan,”Jika tujuan anda kuliah adalah untuk mencari kerja, sungguh kuliah sangat tidak penting ! buat apa menghamburkan banyak uang, waktu, tenaga, pikiran, dan berbagai kebebasan lain kalau ujung-ujungnya hanya “mencari” UMR ?! ibarat “mengemis” dengan menggunakan “cawan emas” itulah keadaannya…, namun sebaliknya bilamana tujuan anda kuliah adalah untuk menjadi seorang Profesional, Peneliti dan berbagai profesi lain yang memang membutuhkan skill khusus yang hanya didapatkan lewat bangku Kuliah…ya Kuliahlah !!”
“Wah bedanya dimana ?!”, perbedaannya terletak pada “FOKUS” ! yang pertama FOKUS pada mencari sesuap nasi dan yang kedua FOKUS pada skill, menjadi tenaga ahli, dimana gaji itu sendiri hanyalah konsekwensi logis yang pasti mereka dapatkan dari profesinya, tapi ya bukan disitu FOKUS mereka bukan??
Sadarilah, anda adalah seorang sarjana yang telah melalui banyak pengorbanan saat meraih gelar itu. Ijazah yang diperoleh sudah pasti hasil suatu kerja keras dan mati-matian karena ia adalah hasil dari suatu fase akhir “perjuangan” yang tentunya harus dilalui dengan manis dan lebih sempurna…
Lantas setelah memperoleh, bagaimana mungkin anda menyia-nyiakan dengan menggunakannya hanya untuk mencari kerja dan membangun usaha orang lain lewat besarnya potensi yang anda miliki buah hasil perjuangan selama ini? Ironis..?! Jelas !
Anda telah memiliki kapasitas yang luar biasa besar untuk hidup, berkembang dan berusaha membangun sendiri kerajaan usaha / bisnis anda, dan disinilah saya memandangnya sebagai suatu penyikapan positif atas IJAZAH yang telah diperoleh…bagaimana dengan anda rekan?
BANGKU KULIAH TIDAK PENTING !
Sebenarnya setelah mengikuti pembahasan diatas, sudah pasti bisa ditebak apa yang dimaksud dari statemen ini.
Ya ! Kuliah memang tidak penting jika anda memposisikannya sebagai jalan memperoleh sesuap nasi dan sarana membangun impian serta masa depan.
“Hah? maksudnya apa?” maksud saya cukup jelas !. Lihatlah bagaimana perbedaan yang luar biasa anda dapati jika menggunakan masa 4 (empat) tahun yang seharusnya anda habiskan untuk “kuliah for food” itu dengan membangun kecerdasan finansial dan mental entrepeneur lewat usaha yang anda bangun dan jalani…!
Impian pribadi sangat mungkin dapat anda raih tanpa perlu menunggu masa 4 (tahun), jangankah impian pribadi bahkan impian keluarga, orang tua dan mungkin orang-orang yang belum anda kenal saat ini, anda pun mampu membantu mereka untuk mewujudkannya. Semakin cerdas dan keras usaha anda, maka kesuksesan itu pun semakin kuat anda tarik pada diri anda…
Pada jalanan (baca : dunia nyata / non kuliah) anda belajar teori sesungguhnya dari hidup ini dan inilah ia “Universitas Kehidupan”, teori yang tidak sekedar sampai di kepala namun juga sampai pada realitas karena anda memiliki wadah dan sarana untuk mempraktikannya…
Teori dan praktik adalah sesuatu yang sangat sarat mewarnai kehidupan anda di dunia nyata. Uji empiris, belajar hakikat hidup, melek finansial, jalan kesuksesan dan kebebasan, impian, motivasi dan berbagai hal lain akan segera mematangkan mental enterepreneur anda…
Dan ingatlah bahwasannya itu semua tidak akan anda peroleh lewat bangku-bangku kuliah yang hanya mensibghoh (baca : membentuk) diri anda untuk memenuhi kebutuhan pasar dan bursa kerja…
Jalan Entrepreneur jelas lebih mendekatkan diri pada Impian dan kemampuan untuk hidup lebih hidup lagi.
“Posesi” atas sebuah kehidupan dimana anda bisa berbuat banyak hal berarti dan berharga untuk diri anda serta banyak orang-orang yang menggantungkan nasibnya dipundak anda.
Usaha yang sangat jauh bermakna dari sekedar memenuhi kebutuhan isi perut sendiri…dan disinilah anda dapat menemukan makna suatu kehidupan ^^
Buka mata buka hati dan lihat, sudah sampai dimanakah anda saat ini kawan ?!
GO FREEDOM, BE POSITIVE !




Sip!
Insya Allah Entrepreuneur lebih mulia dan terhormat..
Tapi mitos d Indonesia sangat kental dan mendarah daging bahwa, kesuksesan dsejajarkan dengan pendidikan. Padahal yang terpenting adalah sebesar apa kontribusi kita bagi dunia.
@ Nunu : Amin YYA… semangat menuju keadaan yang lebih baik