Uhhmmm…sebelum membahas isi dari judul diatas, perkenan saya untuk mengucapkan Selamat Penuh Doa atas KEMENANGAN RUHANIYAH yang baru saja rekan-rekan raih, hasil dari suatu proses perjuangan mencerahaan keimanan di Bulan penuh Rachmat yang baru saja meninggalkan kita didalam keberlimpahan ! Selamat dan resapilah arti kemenangan itu ! serta jadikanlah ia bagian dari hidup dan kepribadianmu ^^ !
Well…back to the title yach…
Judul “ENTREPRENEURSHIP dan KEMERDEKAAN-MU” diatas terilhami dari suatu diskusi pada waktu menjelang sore tanggal 29 Ramadhan yang lalu…
Iseng-iseng setelah selesai bebenah ruangan sebelah warnet plus pernak-perniknya, saya sign-in di YM…, secara tanpa diduga, kawan saya seorang Mahasiswi yang kuliah dinegeri nah jauh disana menyapa…wuih…ono opo yo..?!, saya sempet kaget juga…soalnya belum pernah sebelumnya kami chat lewat YM, ya paling-paling korespondensi via email..
Setelah melakukan suatu “formalitas Chatting” akhirnya pembicaraan pun dimulai…banyak pertanyaan yang beliau sampaikan, yang jika kita peras dalam satu pernyataan seluruh pertanyaan tersebut, cukup dapat kita pahami dalam sebuah pernyataan berikut “ hai bro, apa kabar kampus?”
Huhuhu…kampus?? Dugh…apa ya? ..tiba-tiba terasa “TELMI” gitu, OMG…sory yaa begitulah adanya jika pertanyaan soal kampus diserahkan kepada seseorang yang sudah tidak berharap banyak dari kampus + bangku kuliahnya…^^
Kamu berubah !, kata-kata itu sempat terlontar dari lisan beliau…wew…jadi penasaran nie kira-kita bagaimana si saya dulu dalam persepsinya…
“Memang saya dulu gimana ?”,”…uhmm..kamu dulu orangnya tegas, berpikir cepat, responsive dll…”
Ouw yah…? luar biasa juga ya saya..he3x….jadi merasa ganteng seketika githu…^^, dengan sedikit mencoba tenang saya katakan, “itukan kalo saya sedang serius…he3x”
Akhirnya pembicaraan pun menyentuh soal IJAZAH…dan..uhmm dari sinilah pembelajaran tentang suatu hal inti dari Sekolah Kehidupan itu dimulai…
Beliau bertanya kepada saya, “memang kamu nggak ingin dapat ijazah?” yaa kurang lebih isi pertanyaannya seperti itu…
“Uhm..ijazah ya? Dulu sehabis lulus asrama ditambah beberapa tahun setelahnya saya masih sangat menghargainya !”, artinya masih ngarep banyak dari yang namanya IJAZAH…
Namun, sekarang beda…! justru saat inilah saya baru dapat memahami ajaran pak kiyai saya diwaktu masih asrama, dimana hampir setiap saat dan kesempatan, beliau selalu menekankan kami para santri untuk tidak terlalu ngarep pada IJAZAH, ..wew??, beliau mencontohkan dirinya yang tidak pernah menggunakan IJAZAH untuk kehidupan beliau hingga sukses seperti sekarang ini…
Hah??…jujur kami para santri terlebih saya pribadi geleng-geleng kepala…kenapa? Pusing dan ga habis pikir ajah…kok bisa-bisanya pak Kiyai bicara seperti itu…, betapa dan bagaimana pun pak Kiyai menekankan kami saat itu akan tidak pentingnya ijazah untuk kemapanan masa depan kami, jujur…pada waktu itu kami tidak begitu memahami…, dalam pikiran kami tetap saja…”Ya penting dong pak Kiyai..^^”
Uhmm…terharu rasanya saat ini, dimana kesadaran dan pemahaman akan hal itu sudah ada dalam diri,…ingin rasanya mencium tangan lembut beliau…sungkem dan berkata “Wahai bapak…bagi kami
jelas sudah apa yang selama ini bapak katakan ^^!”, berterima kasih dan sangat bangga akan diri beliau…karena memang apa yang beliau ajarkan selalu saja benar dan patut untuk dipedomani …Makasih Pak Kiyai !!
* nostalgia ends…
Wah…bakal panjang nie, bener kamu mau bahas?”,”..yup…jawabnya…tapi usahakan untuk dipersingkat ya ^^…” ..wokeh..saya coba…!
Diskusi itu saya mulai dengan pertanyaan,”Apakah Ijazah itu, bagaimana dan untuk apa?”
He he he…pertanyaan yang ringan bukan?! Tapi dengan menjawabnya melalui perspektif yang benar akan membawa anda pada suatu wacana baru akan arti kemerdekaan !
Dalam definisi saya, Ijazah adalah suatu sertifikasi yang anda dapatkan setelah rampung menyelesaikan suatu tugas atau kegiatan, yang dalam bahasan kita ini tugas / kegiatan itu tentu saja Kuliah, di sekolah tinggi atau universitas mungkin…
Definisi yang sederhana dan apa adanya, lugu sekalie..^^
Lalu bagaimana anda memperoleh Ijazah itu?
Jawaban dari pertanyaan ini mungkin cukup beragam, ada yang tiga setengah tahun, empat tahun, lima tahun bahkan lebih, terutama bagi mereka yang sudah dicintai setengah mati oleh kampus jadi ga di lulus-lulusin…*kidding*
ntinya apa? Intinya anda sudah sangat berdarah-darah dalam usaha memperoleh lembaran-lembaran kertas bernama IJAZAH itu !. Entah berapa banyak pengorbanan yang anda keluarkan dari uang, waktu, tenaga, pikiran, keluarga, kekasih dan sebagainya…
Dari sisi uang sebagai misal, anggap saja biaya /sms adalah satu juta, lalu kalikanlah dengan berapa lama anda disana, plus ditambah lagi dengan biaya lain-lain, dari buku-buku,
makan + ngemil, jalan-jalan, pelatihan + seminar, trasportasi dan lain sebagainya…
Wow…sadarilah ! betapa ternyata dalam 4 tahun yang kurang lebih itu, anda begitu luar biasa borosnya…!
Diakumulasi dengan pengorbanan dari berbagai sisi yang lain, ketahuilah anda sudah sangat…,
begitu…, luar biasa…, berdarah-darahnya untuk memperoleh IJAZAH tersebut…entah kata-kata apalagi yang patas untuk menggambarkan fenomena yang dahsyat ini…
Lalu setelah diperoleh, untuk apa IJAZAH itu digunakan??
Untuk cari kerja !…jawaban yang sangat realistiskan ?!
Ya…!! disilah letak ironisnya..!! sangat irronis dan luar biasa Ironis…!
Apakah ini yang harus anda lakukan, “menjajakan ijazah” setelah mati-matian berusaha untuk
memperolehnya?!
Padahal pengorbanan untuk itu sudah sedemikian besarnya!, belum lagi jika kita tambahkan pengorbanan kita dan orang tua saat kita anak-anaknya ini masih duduk di bangku SD, SMP dan SMA dulu…, karena tentu kita harus melalui jenjang-jenjang ini sebelum memasuki masa
kuliah…
Artinya waktu yang anda habiskan untuk memperoleh IJAZAH itu bukanlah 4 tahun, namun 16 tahun dengan rincian 6 tahun (SD), 3 tahun (SMP), 3 tahun (SMA) dan 4 tahun (Kuliah)…,
pengorbanan yang lainnya??
Rekan sekalian!, anda memenuhi diri dengan skill dan pengetahuan dalam masa 16 tahun itu, beragam buku, artikel serta berbagai sumber keilmuan lainnya anda lahap dalam masa 16
tahun itu, maka pertanyakanlah pada diri anda ! layakkah anda, dengan besarnya skill dan pengetahuan yang dimiliki + pengorbanan berdarah selama belasan tahun itu, mempersembahkan diri untuk sebuah pekerjaan yang sama sekali tidak memberikan hal sebanding dengan apa yang selama ini anda keluarkan…!! Ironiss ?!
Banyak dari kita menghayalkan masa-masa indah setelah lulus dan memperoleh IJAZAH, karena kemudian bisa bekerja, mewujudkan berbagai impian diri dan keluarga yang dicintainya…
Uhmm… sebelum anda larut berkubang dalam kesalah pahaman ini, lagi-lagi tanyakanlah, apakah pekerjaan benar-benar akan menghantarkan anda pada impian-impian yang anda pupuk semenjak kecil?
Sadarilah rekan ! justru dengan menghambakan diri pada pekerjaan dan memajukan usaha orang lain…, lewat anda menanda tangani kotrak kerja anda telah kembali menyerahkan berbagai kemerdekaan diri ini demi orang lain dan usahanya.
Apakah masa-masa 16 tahun itu belum cukup hingga anda masih lagi harus mengorbankan usia kehidupan yang akan datang untuk sesuatu yang ironis…?!
Sungguh kebebasan itu sangat kecil diharapkan untuk didapat lewat bekerja pada orang
lain…!
Mari kita lihat para direktur yang menjabat posisi penting di tempat kerjanya!, bagaimana pun seorang Direktur pun adalah karyawan yang tetap harus menyerahkan berbagai potensi dan
kebebasannya pada pemilik perusahaan / pemegang saham, baiklah kita lihat mereka berkelimpahan uang, namun, dimanakah waktu mereka untuk keluarga dan orang-orang tercinta, terutama saat dibutuhkan?!
Yang sudah menjabat posisi tinggi saja masih harus terus berkorban, lantas bagaimana lagi mereka yang berada di level bawah?
Saudaraku…Kebebasan yang anda impikan janganlah disalah pasangkan dengan mematoknya lewat mencari kerja ! karena justru dengan begitu anda tengah mengarahkannya pada suatu kehancuran…
Sebaliknya…, carilah kebebasan itu dari membangun usaha anda sendiri ! lewat jalan berbisnis dan berwirausaha…
Sadari dan pertanyakanlah!, untuk apa anda dedikasikan beragam potensi dan kebasan yang dibentuk dan miliki demi memajukan usaha orang lain? Padahal disisi lain, anda pun bisa menggunakannya untuk membangun usaha dan tentunya kemerdekaan dan berbagai impian anda
sendiri?!
Sungguh ! carilah dari sekarang sumber-sumber wirausaha, karena disanalah letak kemerdekaan financial anda sebenarnya berada…!
Yakinlah bahwa kemerdekaan Finansial adalah kunci dari berbagai kebebasanmu!. Kebebasan waktu, tenaga dan fikiran benar-benar dapat anda miliki setelah mewujudkan kemerdekaan financial dalam genggaman !!
…..bersambung (Why Network Marketing…?)



